Pernah bayangin harga laptop atau PC gaming balik ke level 2023? Kayaknya itu cuma mimpi. Lenovo baru saja memberikan peringatan keras di ajang ISC 2026: harga DRAM dan NAND Flash kemungkinan besar tidak akan pernah kembali seperti sebelum krisis pasokan.
Buat konsumen Indonesia, ini bukan sekadar berita industri. Ini dampak langsung ke dompet — harga laptop, PC rakitan, bahkan console gaming berpotensi terus naik dalam beberapa tahun ke depan. Sebelumnya kita sudah lihat bagaimana harga HP dan laptop naik Rp 1-3 juta di 2026, dan sekarang giliran komponen RAM yang ikut meroket.
Yang bikin situasi ini unik: biasanya harga komponen teknologi turun seiring waktu. Tapi kali ini berbeda. Permintaan dari industri AI mengubah struktur pasar secara fundamental. Produsen memori tidak lagi menjadikan PC dan laptop sebagai prioritas utama — data center dan server AI yang jadi raja sekarang.
Apa Kata Lenovo?
Di ajang ISC 2026 (International Supercomputing Conference), Executive Director Infrastructure Solutions Group Lenovo EMEA, Martin Hiegl, menyampaikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Menurutnya, harga DRAM dan NAND tidak akan pernah kembali ke level yang kita lihat setahun lalu.
“Es wird nie mehr wie letztes Jahr” — “Tidak akan pernah seperti tahun lalu lagi,” kata Hiegl di atas panggung. Tentu ini agak hiperbolis, tapi intinya jelas: dalam 5 tahun ke depan, jangan harap harga memori turun drastis.
Bahkan setelah kapasitas produksi baru mulai beroperasi sekitar tahun 2028, harga diprediksi akan menetap di “normal baru” yang jauh lebih tinggi dari level 2024-2025. Artinya, harga komponen yang kita anggap mahal sekarang mungkin masih terhitung murah dibanding beberapa tahun lagi.
Kenapa Harga RAM Terus Naik?
Penyebab utamanya sederhana: AI. Produsen chip sekarang lebih memprioritaskan produksi High Bandwidth Memory (HBM) dan komponen kelas data center yang marginnya jauh lebih tinggi. Akibatnya, pasokan DRAM dan NAND untuk produk konsumen — PC, laptop, smartphone, console — jadi semakin terbatas.
Ini bukan teori konspirasi. Data dari industri menunjukkan bahwa permintaan AI diperkirakan terus tumbuh hingga akhir dekade ini. Artinya, alokasi produksi untuk HBM akan terus menjadi prioritas utama pabrik-pabrik chip. Produsen memori seperti SK Hynix dan Samsung lebih untung jual HBM ke data center daripada jual DDR5 ke pasar konsumen — dan mereka pasti pilih yang lebih untung.
Biar lebih jelas: satu modul HBM3E 12-layer bisa dijual dengan harga 5-10 kali lipat dari DDR5 biasa, dengan biaya produksi yang hanya 2-3 kali lipat. Marginnya jauh lebih gede. Jadi wajar kalau pabrik-pabrik memori mengalokasikan kapasitas terbesarnya untuk HBM, bukan untuk RAM PC atau laptop.
Dampak yang Sudah Mulai Terasa
Efeknya sudah terlihat di berbagai sektor:
Console gaming: Microsoft baru saja menaikkan harga Xbox Series X menjadi US$800 (sekitar Rp 12,8 juta). Sony juga sudah mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan lagi menjual console dengan harga rugi seperti generasi sebelumnya. Biaya produksi PlayStation 6 dikabarkan terus membengkak karena mahalnya komponen DRAM dan SSD. Kalau dulu Sony rela jual PS5 rugi di awal dan balik lewat game, sekarang strategi itu tidak lagi sustainable.
PC gaming: Harga kartu grafis sudah tinggi, sekarang RAM dan SSD ikut naik. Buat yang berencana merakit PC gaming tahun ini, anggarannya harus lebih besar. Kalau budget terbatas, mungkin bisa lihat dulu rekomendasi monitor curved terbaik 2026 yang masih terjangkau sambil nabung untuk komponen lainnya.
Laptop: Produsen laptop terpaksa menaikkan harga jual karena biaya komponen yang terus meningkat. Lenovo sendiri sudah memperingatkan hal ini. Buat mahasiswa yang cari laptop murah, pilihannya makin terbatas karena harga entry-level pun ikut naik. Cek dulu rekomendasi laptop murah untuk mahasiswa 2026 sebelum harga makin naik.
Smartphone: RAM dan storage adalah komponen signifikan dalam biaya produksi HP. Dengan harga DRAM dan NAND yang terus tinggi, harga smartphone — terutama yang kelas menengah ke atas — ikut terpengaruh. Beberapa analis memperkirakan harga HP flagship tahun depan bisa naik 10-15% hanya karena komponen memori.
Apa Artinya Buat Konsumen Indonesia?
Buat kamu yang tinggal di Indonesia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Harga laptop dan PC gaming akan terus tinggi. Kalau kamu sedang menabung untuk beli laptop baru, jangan tunda terlalu lama. Harga cenderung naik, bukan turun.
2. Console generasi berikutnya bakal lebih mahal. PS6 dan Xbox next-gen diperkirakan akan dibanderol di atas Rp 10 juta. Siap-siap dari sekarang.
3. Upgrade RAM dan SSD sekarang lebih mahal. Kalau kamu berpikir untuk upgrade laptop atau PC yang sudah ada, lakukan segera. Jangan tunggu harga turun — karena mungkin tidak akan turun.
4. Alternatif: pertimbangkan beli second. Dengan harga baru yang terus naik, pasar barang bekas jadi lebih menarik. Tapi tetap hati-hati dengan kondisi barang.
5. Pertimbangkan HP mid-range. Daripada beli flagship yang harganya makin mahal, HP mid-range dengan RAM 8-12 GB sudah cukup untuk kebanyakan kebutuhan sehari-hari. HP dengan fitur AI di bawah 5 juta bisa jadi alternatif yang worth it.
Apakah Ada Harapan?
Lenovo menyebutkan bahwa kapasitas produksi diperkirakan mulai meningkat pada 2028. Tapi kata kuncinya: “stabil” bukan berarti “murah”. Harga mungkin tidak akan naik terus, tapi juga tidak akan balik ke level sebelum krisis.
Beberapa analis optimis bahwa teknologi produksi yang lebih maju (seperti EUV lithography generasi baru) bisa menekan biaya produksi dalam jangka panjang. Tapi untuk 2-3 tahun ke depan, trennya masih naik.
Ada juga kemungkinan bahwa produsen memori akan membangun pabrik baru di luar China untuk diversifikasi pasokan. Tapi itu butuh waktu bertahun-tahun dan investasi triliunan rupiah. Micron, Samsung, dan SK Hynix memang punya rencana ekspansi, tapi hasilnya baru terasa setelah 2028.
Kesimpulan
Peringatan Lenovo di ISC 2026 ini bukan sekadar gimmick. Ini realita yang harus dihadapi konsumen teknologi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Harga komponen yang lebih tinggi berarti harga perangkat yang lebih mahal.
Saran saya: kalau kamu memang butuh laptop, PC, atau console baru, beli sekarang daripada nanti. Jangan berharap harga turun dalam waktu dekat. Dan kalau budget terbatas, pertimbangkan opsi second atau mid-range yang masih terjangkau.
Kita mungkin harus menerima kenyataan bahwa era hardware murah sudah berakhir. Setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Tapi bukan berarti kita tidak bisa tetap dapat perangkat bagus — kita cuma perlu lebih pintar dalam memilih dan lebih sabar dalam menabung.
Discover more from Teknologinow
Subscribe to get the latest posts sent to your email.