Ngeri! Startup MatX Raup Rp 7,8 Triliun, Siap Tumbangkan Dominasi Chip AI Nvidia

Oleh: Tim Redaksi TeknologiNow (25 Februari 2026)

Dominasi Nvidia di pasar chip kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini tidak lagi tenang. Sebuah startup ambisius bernama MatX, yang didirikan oleh dua mantan insinyur kunci Google TPU, baru saja mengumumkan perolehan pendanaan Seri B raksasa senilai $500 juta atau setara Rp 7,8 Triliun.

Angka investasi fantastis ini dipimpin oleh raksasa keuangan Jane Street dan dana investasi Situational Awareness milik Leopold Aschenbrenner (mantan peneliti OpenAI). Ini adalah sinyal kuat bagi dunia teknologi bahwa “monopoli” Nvidia sedang digoyang oleh teknologi yang jauh lebih spesifik dan efisien.

Mengapa MatX Sangat Ditakuti Nvidia?

Selama ini, Nvidia menguasai pasar melalui kartu grafis seri H100 dan B200 yang sangat kuat. Namun, menurut MatX, chip Nvidia memiliki satu kelemahan besar: chip tersebut terlalu “umum”. Chip Nvidia didesain untuk bisa melakukan banyak hal, mulai dari urusan grafis game hingga riset cuaca.

MatX mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka membangun chip yang hanya fokus pada satu hal: menjalankan Large Language Models (LLM) seperti ChatGPT atau Gemini.

1. Efisiensi 10x Lipat: Dengan membuang fitur-fitur yang tidak dibutuhkan oleh AI, chip MatX diklaim mampu menjalankan proses pelatihan AI hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan GPU Nvidia saat ini.
2. Teknologi SRAM: Alih-alih mengandalkan memori eksternal yang lambat, MatX menanamkan memori super cepat (SRAM) langsung di dalam otak chipnya. Hasilnya? Tidak ada lagi antrean data yang bikin proses AI jadi lemot.
3. Didirikan “Otak” Google TPU: Founder MatX adalah orang-orang yang merancang TPU (Tensor Processing Unit) milik Google—salah satu satu sistem AI paling canggih di dunia saat ini.

Dampaknya Bagi Industri AI Global dan Indonesia

Investasi senilai Rp 7,8 Triliun ini bukan angka sembarangan. Di tengah tren “pengetatan ikat pinggang” investor global di tahun 2026, suntikan dana sebesar ini menunjukkan kepercayaan luar biasa bahwa MatX adalah The Next Big Thing.

Bagi industri di Indonesia, persaingan antara Nvidia dan MatX adalah kabar baik. Mengapa?

  • Harga Server AI Bisa Turun: Jika MatX berhasil memproduksi chip massal dengan harga lebih murah, biaya sewa server untuk startup AI di Indonesia bisa semakin terjangkau.
  • Akselerasi Adopsi Lokal: Dengan chip yang lebih hemat daya, pusat data (data center) di Indonesia bisa lebih efisien dalam menjalankan layanan AI lokal tanpa harus membayar “pajak” teknologi yang mahal ke Nvidia.

Rekomendasi Redaksi: Tetap Update dengan Gadget AI

Sambil menunggu chip MatX masuk ke pusat data, bagi Anda yang ingin merasakan performa AI di level konsumer, pastikan perangkat Anda didukung oleh kartu grafis yang mumpuni.

Produk Kegunaan Link Shopee
Nvidia RTX 4060 Ti Entry Level AI & Gaming Cek Harga di Shopee
Laptop AI Asus Zephyrus Workstation Portabel Cek Harga di Shopee
Monitor 4K High Refresh Visual Jernih untuk Coding Cek Harga di Shopee

Kesimpulan

Langkah MatX meraih Rp 7,8 Triliun adalah babak baru dalam perang semikonduktor dunia. Nvidia mungkin masih menjadi raja hari ini dengan ekosistem CUDA-nya, namun sejarah membuktikan bahwa spesialisasi selalu bisa mengalahkan generalis.

Mampukah dua mantan insinyur Google ini benar-benar menumbangkan Jensen Huang? Satu hal yang pasti: masa depan AI akan menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih kompetitif.


Baca Juga Artikel Terkait:


Discover more from teknologi now

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

One thought on “Ngeri! Startup MatX Raup Rp 7,8 Triliun, Siap Tumbangkan Dominasi Chip AI Nvidia”
  1. […] Keberhasilan rilis Mercury 2 ini didukung oleh pendanaan seed senilai $50 juta dari investor kelas kakap seperti Menlo Ventures. Hal ini membuktikan bahwa para pemodal besar mulai melihat masa depan AI di luar dominasi OpenAI dan Google. Strategi Inception Labs yang fokus pada “Hardware-Aware Software” sangat selaras dengan kebangkitan chip AI khusus seperti MatX yang baru saja mendapatkan Rp 7,8 Triliun. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from teknologi now

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading