Pernahkah Kamu merasa kesal saat ingin mendengarkan musik menggunakan headphone kabel kesayangan, tapi baru sadar kalau HP Kamu tidak punya lubang audio jack? Di tahun 2026, fenomena ini sudah menjadi makanan sehari-hari. Produsen smartphone seolah berlomba-lomba membuang fitur esensial ini demi estetika tipis atau sekadar ingin jualan TWS (True Wireless Stereo) tambahan.
Namun, survei terbaru dari berbagai komunitas teknologi global menunjukkan tren unik: Headphone Jack kembali dicari. Baik untuk para audiophile yang mengejar kualitas audio lossless, para gamer yang benci dengan latency suara TWS, hingga pengguna praktis yang ogah ribet cas baterai earphone setiap hari.
Kabar baiknya, masih ada beberapa “ksatria” smartphone yang berani melawan arus dan tetap mempertahankan fitur berharga ini. Berikut adalah 5 rekomendasi HP Android terbaik di awal 2026 yang tidak pelit fitur esensial.
1. ASUS ROG Phone 9 Pro: Rajanya Gamer dan Audiophile
Jika kamu mencari performa tanpa kompromi, ASUS ROG Phone 9 Pro adalah jawabannya. Tidak hanya mempertahankan lubang audio 3.5mm, ASUS bahkan menyuntikkan teknologi DAC (Digital-to-Analog Converter) berkualitas tinggi di dalamnya.
Kenapa HP ini wajib masuk daftar? Karena bagi seorang gamer kompetitif, delay suara sekecil apa pun di TWS bisa berarti kekalahan. Dengan kabel, suara langkah kaki musuh terdengar instan. Ditambah lagi dengan layar 165Hz dan chipset Snapdragon 8 Elite terbaru, ini adalah mesin tempur paling lengkap yang bisa kamu miliki saat ini.
2. Samsung Galaxy A25 5G: Si Paling “Value for Money”
Samsung mungkin sudah membuang fitur jack audio pada seri S-PRO mereka, tapi mereka masih “baik hati” pada seri A. Samsung Galaxy A25 5G adalah buktinya. Dengan harga yang sangat masuk akal di Indonesia, HP ini menawarkan paket lengkap yang sulit ditolak.
Layar Super AMOLED 120Hz khas Samsung yang sangat memanjakan mata, dipadukan dengan kemudahan mencolokkan headset kabel di bagian bawah bodi. Ini adalah pilihan paling aman untuk penggunaan harian, mulai dari sekolah online, bekerja, hingga maraton Netflix tanpa perlu takut baterai headset habis di tengah jalan.
3. Sony Xperia 1 VI: Standar Emas Para Profesional
Bagi Sony, membuang headphone jack adalah sebuah kesalahan besar. Itulah mengapa Sony Xperia 1 VI tetap mempertahankannya sebagai fitur unggulan bagi para cinephile dan audiophile. Sony memahami bahwa kabel adalah satu-satunya cara untuk menikmati audio resolusi tinggi (Hi-Res) secara murni.
Dilengkapi dengan layar LTPO OLED 120Hz dan sistem kamera Zeiss yang setara dengan kamera profesional, Xperia 1 VI adalah pernyataan bahwa profesionalisme tidak butuh dongle. Sayangnya, untuk mendapatkan HP ini di Indonesia, kamu mungkin perlu mencarinya melalui seller internasional atau marketplace favorit kamu.
4. Xiaomi Redmi Note 13 Pro 5G: Performa Gahar, Harga Pelajar
Xiaomi melalui sub-brand Redmi selalu tahu cara memuaskan pasar Indonesia. Redmi Note 13 Pro 5G tetap menjadi salah satu primadona karena spesifikasinya yang “merusak harga” pasar. Kamera 200MP, layar jernih, dan tentu saja—kehadiran headphone jack.
Ini adalah pilihan terbaik bagi para pelajar dan mahasiswa. kamu bisa menggunakan budget yang tersisa untuk membeli headphone kabel berkualitas tinggi daripada harus mencicil TWS mahal yang baterainya akan drop dalam dua tahun. Xiaomi membuktikan bahwa teknologi canggih tidak harus menyusahkan penggunanya.
5. POCO M6 Pro: Pilihan Terbaik di Kelas Menengah
Jika budget kamu di bawah 3 jutaan tapi ingin merasakan sensasi HP premium, POCO M6 Pro adalah jawabannya. POCO seolah memberikan semua fitur yang diinginkan pengguna: layar AMOLED 120Hz, pengisian daya cepat, hingga audio jack yang diposisikan dengan sangat ergonomis.
Bagi pengguna di Indonesia, POCO seringkali menjadi “life saver”. HP ini sangat mumpuni untuk ojek online yang butuh navigasi suara lewat headset sepanjang hari atau driver yang suka mendengarkan musik tanpa pusing urusan pairing bluetooth yang sering disconnect.
Mengapa Mempertahankan HP Headphone Jack Adalah Pilihan Cerdas?
Mungkin ada yang bilang memakai kabel itu “kuno”. Tapi mari kita bicara fakta:
- Kualitas Audio: Kabel mendukung bitrate yang jauh lebih tinggi daripada bluetooth standar.
- Tanpa Baterai: Satu hal yang tidak perlu kamu isi dayanya adalah kabel headphone.
- Latency Nol: Sangat krusial untuk gaming dan editing video.
- Harga: Headphone kabel berkualitas seringkali lebih murah daripada TWS dengan kualitas suara yang setara.
Kesimpulan: Jangan Mau Didikte Tren!
Teknologi seharusnya memudahkan, bukan malah membuat kita harus membawa dongle tambahan ke mana-mana. Memilih smartphone dengan headphone jack adalah bentuk pernyataan bahwa kamu menghargai fungsionalitas dan kualitas di atas sekadar tren sesaat.
Apakah kamu sudah siap untuk kembali ke kenyamanan audio kabel? Pastikan kamu memilih seller terpercaya dengan garansi resmi agar investasi gadget kamu aman untuk jangka panjang.
Memahami Perbedaan DAC: Mengapa Headphone Jack di Beberapa HP Terdengar Lebih Enak?
Salah satu alasan mengapa audiens teknis merindukan headphone jack adalah karena adanya komponen bernama DAC (Digital-to-Analog Converter). Secara teknis, semua HP yang bisa mengeluarkan suara pasti punya DAC, tapi kualitasnya berbeda-beda. Pada HP kelas gaming seperti ROG Phone 9 Pro, ASUS menanamkan DAC khusus yang mampu mengolah file audio resolusi tinggi (Hi-Res Audio).
Kebanyakan TWS murah menggunakan kompresi yang membuat suara terasa “datar”. Sebaliknya, jika kamu menggunakan headphone kabel pada smartphone yang memiliki output audio berkualitas, kamu akan mendengar detail instrumen yang sebelumnya tidak terdengar—mulai dari dentuman bass yang lebih dalam hingga suara treble yang lebih jernih. Inilah alasan mengapa para komposer musik dan editor video tetap setia pada lubang kecil 3.5mm ini.
Dilema Produsen: Ruang Baterai vs Kenyamanan Pengguna
Alasan klasik yang sering dilontarkan produsen saat membuang audio jack adalah “kami butuh ruang untuk baterai yang lebih besar”. Secara teknis, ruang yang digunakan oleh mekanisme headphone jack memang memakan tempat sekitar 1-2% dari total volume internal ponsel.
Namun, jika kita melihat Samsung Galaxy A25 5G yang tetap bisa menampung baterai 5.000 mAh sekaligus mempertahankan jack audio, argumen tersebut terasa kurang kuat. Banyak pengamat industri berpendapat bahwa penghilangan fitur ini lebih ke arah strategi bisnis untuk mendorong penjualan aksesoris nirkabel yang memiliki margin keuntungan lebih besar bagi perusahaan. Sebagai konsumen yang cerdas, tentu kita harus lebih kritis dalam memilih hardware yang bener-bener memberikan fitur maksimal sesuai dengan uang yang kita keluarkan.
Tips Memilih Headset Kabel untuk Smartphone Modern
Jika kamu akhirnya memutuskan untuk membeli salah satu dari 5 HP di atas, jangan asal pilih headset. Untuk mendapatkan pengalaman audio maksimal, perhatikan hal berikut:
1. Pilih Impedansi Rendah: Smartphone biasanya tidak punya tenaga sebesar amplifier eksternal. Pilih headphone dengan impedansi di bawah 32 Ohm agar suaranya tetap lancang tanpa perlu bantuan alat lain.
2. Kabel Braided: Pilih kabel yang memiliki lapisan rajutan (braided) agar tidak mudah putus atau terlilit saat disimpan di kantong.
3. Gold-Plated Connector: Konektor berlapis emas membantu transmisi sinyal yang lebih stabil dan tahan terhadap korosi (karat).
*Pilih toko dengan label Star atau Mall untuk menjamin keaslian produk.
Discover more from teknologi now
Subscribe to get the latest posts sent to your email.