cern

Browsing Ala 1989: CERN Hidupkan Kembali Browser Pertama di Dunia, Apa Hebatnya?

Oleh: Tim TeknologiNow

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya menjelajahi internet tanpa gambar, tanpa video, dan bahkan tanpa bilah alamat (*address bar*) yang modern? Baru-baru ini, komunitas teknologi global kembali diramaikan oleh proyek ambisius dari CERN (European Organization for Nuclear Research) yang membangun ulang browser pertama di dunia, WorldWideWeb, persis seperti saat pertama kali diciptakan oleh Sir Tim Berners-Lee pada tahun 1989.

Ini bukan sekadar proyek nostalgia. Proyek ini adalah pengingat penting tentang bagaimana sebuah ide sederhana di laboratorium fisika Swiss bisa mengubah peradaban manusia selamanya. Bagi kita yang hidup di era 5G dan AI, menengok kembali ke awal mula internet adalah pelajaran berharga tentang kesederhanaan dan kekuatan kolaborasi terbuka.

Mengenal WorldWideWeb: Si Kakek Buyut Chrome dan Safari

Pada tahun 1989, internet sudah ada, tetapi bukan dalam bentuk “Web” yang kita kenal sekarang. Internet saat itu adalah labirin perintah teks yang rumit, digunakan hanya oleh para peneliti dan militer. Sir Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan komputer di CERN, merasa frustrasi karena data-data penelitian tersebar di berbagai komputer yang sulit diakses.

Dari rasa frustrasi itulah lahir WorldWideWeb. Browser ini pertama kali dikembangkan di atas komputer NeXTSTEP, sebuah mesin canggih buatan Steve Jobs (saat ia keluar dari Apple). Yang menarik, browser pertama ini bukan cuma alat untuk membaca (*browsing*), tapi juga alat untuk menulis (*editing*). Visi awal Tim Berners-Lee adalah menjadikan internet sebagai ruang kolaborasi di mana setiap orang bisa membuat dan mengubah konten secara langsung.

Mengintip Jeroan Browser 1989 Versi Rebuild

CERN membangun kembali browser ini menggunakan teknologi web modern (HTML, CSS, dan JavaScript) agar bisa dijalankan di browser masa kini tanpa perlu mesin NeXT asli. Saat Anda mencoba simulator ini, Anda akan disambut dengan antarmuka hitam-putih yang sangat minimalis.

Beberapa karakteristik unik dari browser asli 1989 yang mungkin mengejutkan kita saat ini antara lain:

1. Tanpa Gambar: Internet awalnya hanya berisi teks. Gambar pertama baru muncul beberapa tahun kemudian.
2. Editor Terintegrasi: Anda bisa mengeklik bagian mana saja dari halaman web dan mulai mengetik untuk mengeditnya. Ini adalah konsep yang kini kita kenal sebagai CMS atau Wiki.
3. Navigasi dengan Menu: Tidak ada tombol “Back” atau “Forward” yang ikonik. Semua navigasi dilakukan melalui menu pop-up di samping layar.
4. Link yang Harus Diklik Dua Kali: Di versi asli, Anda harus melakukan *double-click* pada teks yang diberi garis bawah untuk membuka tautan tersebut.

Mengapa CERN Melakukan Ini Sekarang?

Munculnya kembali proyek ini ke permukaan (trending di berbagai portal teknologi) bukan tanpa alasan. Di tengah dominasi platform tertutup dan algoritma media sosial yang mengontrol informasi, CERN ingin mengingatkan dunia tentang konsep Open Web.

WorldWideWeb diciptakan untuk menjadi desentralisasi dan terbuka untuk siapa saja. Proyek *rebuild* ini mengajak kita untuk merenungkan apakah internet saat ini masih sejalan dengan visi awalnya yang bebas dan demokratis, ataukah kita sudah terlalu terjebak dalam “taman vertikal” raksasa teknologi.

Tech Specs: 1989 vs 2026

Jika kita bandingkan spesifikasi komputer yang menjalankan browser pertama dengan laptop standar tahun 2026, perbedaannya seperti bumi dan langit:

  • 1989 (NeXT Computer): CPU Motorola 68030 25 MHz, RAM 8MB hingga 64MB. Layar hitam-putih resolusi tinggi pada masanya. Kontribusi memori untuk browser sangat kecil karena hanya menangani teks.
  • 2026 (Modern PC/Mac): Chipset berbasis AI (seperti M4 atau Tensor G6), RAM 16GB ke atas. Browser seperti Chrome sekarang bisa memakan memori hingga beberapa gigabyte hanya untuk membuka beberapa tab video 4K.

Meskipun teknologi kita jutaan kali lebih cepat, struktur dasar URL (seperti `http://`) dan HTML yang kita gunakan hari ini masih mengikuti standar yang ditetapkan oleh browser pertama tersebut.

Merasakan Sensasi Retro di Rumah Anda

Bagi Anda pecinta teknologi, mencoba simulator WorldWideWeb dari CERN adalah pengalaman wajib. Rasanya seperti mengendarai mobil klasik di tengah jalan tol modern. Pengalaman ini membantu kita menghargai betapa jauhnya perkembangan antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX).

Tren *retro tech* sendiri sedang meningkat pesat di Indonesia. Banyak orang mulai mengoleksi komputer tua, keyboard mekanik bertema vintage, hingga printer dot matrix. Keinginan untuk kembali ke “akar” teknologi adalah bentuk apresiasi terhadap daya tahan dan kesederhanaan desain masa lalu.

Peran Vital Steve Jobs dan Komputer NeXT

Banyak yang tidak tahu bahwa suksesnya browser pertama di dunia ini sangat bergantung pada keberanian Tim Berners-Lee menggunakan komputer NeXT. Setelah dipecat dari Apple pada pertengahan 80-an, Steve Jobs mendirikan NeXT Computer. Mesin ini sangat mahal dan kurang laku di pasar massal, namun bagi seorang ilmuwan komputer seperti Tim, NeXT adalah berkah.

Sistem operasi NeXTSTEP sudah memiliki alat bantu pengembangan grafis (Interface Builder) yang sangat maju di masanya. Hal ini memungkinkan Tim Berners-Lee untuk membangun antarmuka grafis browser hanya dalam waktu beberapa bulan. Tanpa kemudahan yang ditawarkan oleh mesin buatan Steve Jobs tersebut, mungkin WorldWideWeb akan lahir lebih lambat, atau mungkin memiliki bentuk yang jauh berbeda dari yang kita kenal sekarang. Proyek *rebuild* CERN ini juga memberikan penghormatan khusus pada antarmuka NeXT yang elegan namun fungsional.

Lebih dari Sekadar Membaca: Visi Internet Collaborative

Salah satu fitur yang paling ditekankan dalam proyek pembangunan ulang ini adalah “Editor Mode”. Di tahun 1989, Tim Berners-Lee tidak membayangkan web sebagai tempat kita hanya “menonton” konten orang lain. Baginya, browser haruslah sebuah alat tulis dua arah.

Dalam simulator CERN ini, Anda bisa mencoba fitur asli di mana Anda dapat mengedit teks langsung di halaman web yang sedang dibuka. Bayangkan jika visi ini tetap menjadi standar utama hingga sekarang; kita mungkin tidak membutuhkan aplikasi CMS pihak ketiga yang rumit. Internet akan menjadi satu papan tulis raksasa yang bisa diisi bersama. Proyek ini mengajak para pengembang web masa kini untuk kembali memikirkan cara-cara inovatif untuk meningkatkan kolaborasi pengguna, bukan sekadar meningkatkan jumlah klik iklan.

Di Balik Layar: Bagaimana Tim CERN Membangun Ulang Sejarah

Tim pengembang di CERN menghadapi tantangan teknis yang unik saat membangun simulator ini. Mereka harus mempelajari kembali dokumentasi lama, kode sumber C asli yang ditulis Tim Berners-Lee, dan perilaku sistem operasi NeXTSTEP yang sudah punah.

Mereka menggunakan JavaScript modern untuk mensimulasikan perilaku tensor dan manajemen jendela (window management) tingkat rendah yang ada di komputer NeXT. Setiap detail, mulai dari jenis font, gradasi warna abu-abu pada tombol, hingga suara klik virtual, diusahakan seakurat mungkin. Ini adalah bentuk arkeologi digital yang sangat kompleks. Hasilnya adalah sebuah portal waktu yang stabil dan bisa diakses lewat browser modern apa pun, memberikan edukasi visual yang jauh lebih efektif daripada sekadar membaca buku sejarah teknologi.

Menghargai Kesederhanaan di Era Kompleksitas AI

Di tahun 2026, kita seringkali terbebani oleh situs web yang terlalu berat, penuh dengan iklan *pop-up*, pelacak data, dan script otomatis yang lambat. Mencoba browser 1989 versi CERN memberikan kesegaran tersendiri. Ada kejernihan dalam teks murni tanpa gangguan visual.

Pelajaran terbesar bagi kita di Indonesia adalah: teknologi hebat tidak selalu berawal dari sesuatu yang kompleks. Browser pertama diciptakan untuk memecahkan masalah sederhana: berbagi informasi di laboratorium. Bagi Anda yang sedang merintis startup atau karier di bidang IT, ingatlah bahwa fungsi utama teknologi adalah mempermudah kehidupan manusia, bukan mempersulitnya dengan fitur-fitur yang tidak perlu.

Kesimpulan: Kembali ke Akar untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Proyek CERN dalam menghidupkan kembali WorldWideWeb adalah surat cinta bagi para pengembang web dan pengguna internet di seluruh dunia. Ini adalah pengingat bahwa internet bukan milik perusahaan besar, melainkan milik kita semua.

Apakah Anda tertarik untuk merakit PC bertema retro atau sekadar membeli aksesoris gadget yang terinspirasi dari era 80-90an untuk meja kerja Anda? Barang-barang bertema klasik ini kini sangat mudah ditemukan dengan kualitas modern.


🛍️ Rekomendasi Koleksi Retro Tech (Shopee Affiliate)

Lengkapi meja kerja Anda dengan sentuhan estetik era 80-an melalui koleksi pilihan kami di Shopee:

*Pastikan belanja di Toko Star/Mall untuk jaminan kualitas terbaik.

 

CERN meluncurkan kembali simulator WorldWideWeb 1989. Pelajari sejarah browser pertama dan bagaimana visi Tim Berners-Lee membentuk internet hari ini.


Discover more from teknologi now

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from teknologi now

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading